Pengertian Diploblastik dan Triploblastik pada Hewan

Kamis, Mei 25th, 2017 - Ilmu Pengetahuan

Pengertian Diploblastik dan Triploblastik pada Hewan – Dalam dunia hewan banyak sekali istilah-istilah yang sering kita dengar hingga istilah yang sangat asing bagi telinga kita.

Lalu apakah kalian sudah pernah mendengar tentang Diploblastik dan Tripoblastik pada hewan? Apa arti dari kedua istilah tersebut?

Diploblastik dan Tripoblastik adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan tahap blastula atau bentukan lajutan dari morula yang terus mengalami pembelahan organisme.

Yang membuat hewan masuk dalam diploblastik atau tripoblastik yaitu tergantung pada lapisan germinal primer yang hadir saat tahap blastula organisme. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut uraian tentang diploblastik dan tripoblastik pada hewan.

Diploblastik

Diploblasti yaitu lapisan tubuh yang menyusun pada hewan yang dibangun hanya oleh dua lapisan lembaga yaitu ectoderm (epidermis) atau lapisan luar dan endoderm (gastrodermis) atau lapisan dalam.

Lapisan bagian dalam atau endoderm menimbulkan jaringan yang terkait dengan usus. Sedangkan kelenjar yang berkaitan dengan lapisan luar atau ectoderm menimbulkan jaringgan penutup atau epidermis.

Hewan yang termasuk dalam kelompok ini yaitu hewan yang berada di filum Cnidaria dan Ctenophora. Dari filum Cnidaria contoh hewannya meliputi ubur-ubur, karang, pena laut, anemon laut, pansy laut, tawon laut, kipas laut dan lain-lain.

Sedangkan dari filum Ctenophora yaitu kelompok hewan laut yang terpisah yang kadang-kadang disebut sebagai ubur-ubur sisir.

Hewan ini merupakan organisme sederhana metazoa primitif yang pada dasarnya tidak memiliki rongga tubuh dan organ yang sejati.

Tripoblastik

Sebagian besar metazoa saat pada tahap blastula mengembangkan tiga lapisan germinal utama mereka sehingga disebut sebagai hewan tripoblastik. Tiga lapisan tersebut yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Dan hewan yang termasuk dalam jenis ini merupakan metozoa maju.

Ectoderm pada dasarnya dapat menimbulkan epidermis dan juga dapat menimbulkan organ sensorik dan bagian juga bagian dari sistem saraf.

Pada bagian mesoderm terdapat bagian utama yaitu otot, jaringan ikat, pembuluh darah, epitel rongga interior, organ ekskretoris tertentu dan penyusun skeletal.

Dan pada endoderm terdapat bagian dari saluran pencernaan, saluran pernapasan, bagian dari kelenjar endokrin dan organ dan juga terdapat sistem pendengaran.

Hewan tripoblastik ini memiliki struktur tubuh yang kompleks termasuk coelom atau rongga tubuh sejati dan organ sejati. Namun hewan trpoblastik sekunder tertentu akan kehilangan rongga tubuh mereka seiring perkembangan tubuh sehingga disebut sebagai aselomata.

Pada hewan tripoblastik tertentu seperti aselomata, mesoderm dan mesenkim dapat ditemukan diantara ectoderm dan endoderm. Sedangkan hewan tripoblastik hemocoel memiliki mesoderm dan hemocoel yang berada di antara ectoderm dan endoderm dan hewan tripoblastik selomata, mesoderm dan coelom ditemukan diantara ectoderm dan endoderm. Contoh dari hewan tripoblastik yaitu cacing tanah, siput, arthropoda dan chordata.

Demikian penjelasan singkat tentang Pengertian Diploblastik dan Triploblastik pada Hewan, semoga penjelasan tersebut bisa membuat gambaran singkat untuk anda dan mengetahui hewan apa saja yang termasuk dalam kedua istilah tersebut.