Pengertian, Fungsi, Jenis – Jenis Dan Contoh Diksi

Apakah itu diksi ?

Pengertian Diksi adalah sebuah suku kata yang mengacu kepada fungsi sebagai media guna menyampaikan sebuah ide atau gagasan dan cerita yang meliputi gaya bahasa, ungkapan, pilihan kata – kata, dan lain sebagainya sehingga diperoleh efek yang sesuai dengan maksud si penyampai.

Nah melalui artikel ini kami akan berusaha untuk menyampaikan tentang definisi, fungsi, dan jenis – jenis disertai contoh Diksi guna bahan bacaan bagi para siswa / wi agar mudah dimengerti dan dipahami.

Fungsi Dari Diksi

Merujuk kepada definisi tersebut di atas, fungsi Diksi dalam hal ini adalah sebagai media untuk pemilihan kata – kata yang tepat dimana penyampaiannya bisa dilakukan dengan cara sederhana tetapi tepat sehingga menyebabkan orang lain mudah mengerti maksud dan tujuan disampaikannya sebuah gagasan.

Fungsi Diksi yang kedua adalah guna memperindah atau membuat sempurna sebuah kalimat yang terdiri dari rangkaian kata – kata pilihan. Contohnya adalah Diksi di dalam sebuah cerita, maka diharapkan penyampaian gagasan, ide atau nasehat di dalamnya dapat dilakukan dengan cara – cara yang tak terlalu rumit, secara runut, mampu menjelaskan tentang tokoh – tokoh di dalamnya serta melukiskan dengan tepat dan tak bertele – tele tentang latar dan waktu di dalam cerita yang akan dikarang tersebut.

Fungsi yang lainnya adalah sebagai berikut :

  • Membantu para pembaca untuk dapat mengerti tentang apa yang akan disampaikan oleh pemulis.
  • Menciptakan sebuah aktivitas komunikasi yang bersifat lebih efisien dan efektif.
  • Menyampaikan sebuah gagasan atau ide – ide dengan cara sederhana namun tepat.
  • Sebagai lambang dari sebuah ekspresi yang terselip di dalam sebuah gagasan.

Jenis – Jenis Diksi Dan Contohnya

Pada umumnya Diksi bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu berdasarkan atas makna dan ‘leksikal’.

Diksi yang berdasarkan atas makna terdiri dari :

  • Diksi / Makna ‘Denotatif’

Adalah makna yang sebenarnya dimaksudkan dalam sebuah suku kata atau kalimat. Berikut contoh yang bisa kami berikan adalah :

Heru suka dan sering ‘bekerja keras’ guna memperoleh penghasilan hidup yang lebih baik di masa depan.

Robin adalah seseorang yang ‘gemar membantu’ sehingga dia banyak disukai oleh orang.

  • Diksi / Makna ‘Konotatif’

Adalah suku kata atau kalimat yang mengandung arti bukan makna sebenarnya. Berikut ini adalah contoh yang bisa kami berikan adalah sebagai berikut :

Henri harus berusaha untuk ‘membanting tulang’ guna bisa menghidupi keluarganya hingga hari esok.

Hani adalah seseorang yang gemar membaca buku apa saja sehingga dia dikenal sebagai seorang ‘kutu buku’ dan menjadi tahu tentang beragam hal.

Diksi yang berdasarkan atas leksikal terdiri dari :

  • Sinonim mengandung makna adalah kata – kata yang memiliki arti sama dengan kata lainnya. Berikut ini adalah contohnya : bahagia = senang, pintar = pandai, lezat = enak dan cantik = elok.
  • Antonim mengandung makna berlawanan arti antara suku kata yang satu dengan kata – kata lainnya. Berikut contoh yang bisa kami berikan : naik X turun, banyak X sedikit dan besar X kecil.
  • Homonim mengandung makna adalah suku kata yang mempunyai lafal dan ejaan yang sama. Contohnya adalah :

‘Bulan’ di atas langit tampak bulat penuh dan cantik malam ini

Semua karyawan / wati memperoleh gaji tetap setiap ‘bulan’

Kata bulan yang terdapat pada kedua kalimat tersebut di atas mengandung arti yang berbeda – beda meskipun ejaan dan lafalnya adalah sama.

  • Homofon adalah suku kata yang memiliki ejaan dan makna berbeda – beda namun mempunyai lafal sama. Berikut contoh yang bisa kami berikan :

Ani biasa menabungkan uang hasil gaji setiap bulan di bank secara rutin

Bang Ahmad sekarang bekerja pada sebuah perusahaan besar di Jakarta

Suku kata ‘bank’ dengan ‘bang’ pada kedua kalimat di atas masing – masing mempunyai lafal yang sama meskipun ejaan dan maknanya berbeda – beda.

  • Homograf adalah suku kata yang mempunyai lafal dan arti yang berbeda – beda namun memiliki ejaan yang sama. Contoh yang bisa kami berikan adalah :

Makanan kesukaan dari gadis itu adalah tahu goreng

Dia kurang tahu kalau hari ini semua kantor tutup

Nah masing – masing dari kata ‘tahu’ pada kedua kalimat tersebut di atas memiliki ejaan yang sama namun mengandung arti yang berbeda – beda.

  • Polisemi adalah suku kata yang mempunyai arti lebih dari satu. Contohnya adalah :

Semua nasabah yang menabung di bank ini akan diberikan suku ‘bunga’ setiap bulan

Andini merupakan salah satu ‘bunga’ desa tercantik di desa ini

Suku kata ‘bunga’ dalam kedua kalimat tersebut di atas mengandung makna yang berbeda – beda meskipun mengaplikasikan kata – kata yang sama.

  • Hipernim adalah suku kata yang bisa mewakili banyak suku kata yang lainnya. Sedangkan hiponim adalah suku kata yang terwakili oleh kata – kata yang termasuk ke dalam kelompok suku kata hipernim. Contohnya adalah : Di kebun binatang tersebut banyak terdapat binatang liar yang ganas contohnya Gajah, Buaya, Singa, Rusa, Kuda, dan lain – lainnya.

Pada kalimat di atas binatang liar adalah termasuk ke dalam kelompok hipernim sedangkan yang termasuk ke dalam kata – kata hiponim adalah Gajah, Singa, Buaya, Rusa, Kuda dan lain – lainnya.

Demikian kami menjelaskan, semoga saja bermanfaat !

Updated: —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengertian dan Definisi © 2017 Frontier Theme